Kapolda Riau Perintahkan Sikat Habis Kampung Narkoba Di Pekanbaru

Pekanbaru, WajahPublik.com –  Pemusnahan Barang Bukti Narkotika hasil ungkap kasus peredaran gelap narkotika jenis shabu 88,65 kg dan ekstasi 2.401 butir jaringan internasional telah mengamankan 17 orang tersangka Narkoba, sebagai otak atau gembong jaringan internasionalnya adalah Iwan Kota.

Iwan Kota memainkan peran utamanya di kawasan Jalan Agus Salim dan Jalan Pangeran Hidayat Pekanbaru. Kepada Dirnarkoba Polda Riau Kombes Manang Soebekti, Iwan Kota mengaku tak ada lagi kaki tangannya bergerak di lapangan.

Dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Jumat (26/4/2024) Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal perintahkan tidak ada lagi yang namanya Kampung narkoba di Pekanbaru.

“Tentu tidak ada lagi kalau masih ada ‘Kampung Narkoba’ artinya untuk apa tinggal gagah perkasa semua orang-orang saya perintahkan tidak ada lagi diksi kalimat Kampung narkoba sikat habis!,” tegas Irjen M Iqbal.

Hal ini ditegaskan Irjen M Iqbal di depan Ketua Granat Riau, rekan-rekan wartawan, Pj Gubernur Riau yang diwakili oleh Kepala Bidang Perda Satpol PP Provinsi Riau Panloven, Danrem 031/Wira Bima diwakili oleh Kolonel Kavaleri Eko, dari Kanwil Direktorat Jenderal B dan Cukai Agus bom, dari Kemenkumham diwakili Kepala Sub Bidang Pelayanan Tahanan Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi, perwakilan Lembaga Adat Melayu Riau, Direktur Res Narkoba Polda Riau Kombes Manang Soebekti, dan lain-lain.

Pemusnahan ini kata Irjen M Iqbal adalah mekanisme implementasi daripada norma aturan-aturan yang ada di Undang-Undang Narkotika bahwa apabila kita melakukan pengungkapan narkotika jenis apapun dengan menyita barang bukti kita harus segera mungkin melakukan pemusnahan. Standar operating prosedur inilah yang kita lakukan.

“Saya tidak akan menyampaikan kenapa alasannya argumentasi ilmiahnya tetapi saya kira teman-teman media paham sudah banyak cash yang berseliuran di lantai dunia ada barang bukti yang bisa digunakan dan lain sebagainya. Oleh karena itu di era kepemimpinan saya begitu kita ekspos tidak akan berselang lama tahapan secara jadwal akan tiba yaitu melaksanakan pemusnahan barang bukti sebagai pertanggungjawaban kita kepada publik,” tegas Irjen M Iqbal.

Masih ingat pada bulan Ramadan kita melaksanakan operasi kegiatan rutin yang ditingkatkan operasi seperti Ramadhan dan operasi ketupat operasi khusus Ramadan kita juga melaksanakan perintah Mabes Polri melaksanakan operasi terpusat kewilayahan dengan sandi Operasi Ketupat Lancang Kuning 2024 di dalam kedua operasi ini alhamdulillah wa syukurlilah kepolisian daerah Riau berhasil mengungkap beberapa kasus.

Masih ingat jumlah barang bukti pada saat rilis tanggal 5 April 2024 kemarin total narkotika yaitu 107 kg.

kebetulan kalau enggak salah saya sendiri agak terganggu kuasa tapi hari ini sudah ini sudah naik lagi 3 kg. Jumlah barang bukti yang akan dimusnahkan hari ini hanya 88,65 kg yang kita musnahkan hari ini di tempat ini sisanya ke mana, total sabu 18,42 kg dan 335 butir sudah digunakan dimusnahkan oleh Polresta Pekanbaru dan Polres Dumai.

“Saya kira ini yang ingin saya sampaikan, teman-teman bergerak terus saya sudah perintahkan semua jajaran bersinergi dengan semua stakeholder rekan-rekan TNI, BNNP, Bea Cukai, semua termasuk NGO Granat dan lain sebagainya kita memastikan upaya-upaya preventif strike dan simetris dengan itu kita mau masukkan upaya penegakan hukum pencegahan, kita ingin menggandeng semua elemen masyarakat agar tidak menjadi korban pengguna sebagai pengguna narkoba dari ujung laut nelayan gunung dan lain sebagainya jangan sampai ini terjadi oleh karena itu kami melakukan upaya-upaya pencegahan melakukan inisiasi edukasi di tempat pendidikan agar mencegah bahaya narkoba tersebut terus juga meminta semua kepala daerah agar semua tidak tergiur bekerja terkait dengan narkoba tersebut sehingga tingkat ekonomi semakin baik,” kata Kapolda Riau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *