Minim Empati Perusahaan Terhadap Korban Banjir di Kabupaten Pelalawan, Kritikan Mahasiswa dan Pemuda

Berita Desa, Daerah428 Dilihat

Pangkalan Kerinci, WajahPublik.com – Meskipun Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan telah mengeluarkan surat edaran meminta dukungan perusahaan untuk membantu warga terdampak banjir, minimnya bantuan yang diterima mengecewakan. Mahasiswa dan Pemuda Kabupaten Pelalawan, pada Jumat (5/1/2024), mengungkapkan kritikan terhadap kurangnya empati beberapa perusahaan.

Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Pelalawan Bersatu (IPMPB), Salamudin Toha, menegaskan perlunya tindakan tegas dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan terhadap perusahaan yang belum menunjukkan kepedulian terhadap musibah banjir.

“Pemkab Pelalawan perlu tegas agar perusahaan lebih peduli terhadap banjir ini dan tidak membiarkan masyarakat terdampak mengalami kesulitan,” ungkapnya.

Toha menyoroti dampak besar banjir terhadap ekonomi masyarakat dan lumpuhnya fasilitas jalan umum, sementara perusahaan seakan acuh tak acuh. Dia memandang pentingnya kerjasama antara Pemerintah dan Perusahaan dalam menangani krisis ini, menekankan bahwa peran bersama diperlukan untuk membantu masyarakat yang telah satu bulan terdampak banjir.

Raihan Afrinal Dumayanta ST, Pemuda Pelalawan, juga mengecam sikap kurang peduli ratusan perusahaan di wilayah tersebut. “Perusahaan seharusnya memberikan bantuan di saat masyarakat mengalami kesulitan, bukan malah tutup mata tanpa peduli,” ujarnya. Dumayanta berharap perusahaan yang tidak menunjukkan empati dapat diambil tindakan oleh Pemerintah.

Informasi terbaru menunjukkan beberapa perusahaan, seperti PT EMP Bentu, PT Adei Plantation, PT Musim Mas, dan PT Agrita Sari Prima, baru saja menyalurkan bantuan. Namun, masih banyak perusahaan yang belum memberikan kontribusi nyata terhadap upaya penanggulangan dampak banjir. Perjuangan bersama Pemerintah, Perusahaan, dan masyarakat terus menjadi fokus dalam mengatasi krisis ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *