Korupsi Pembangunan Masjid Rp1,3 Miliar, Pengusaha Asal Kuansing Divonis 7 Tahun Penjara

Kriminal653 Dilihat

TELUKKUANTANwajahpublik.com – Seorang pengusaha asal Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi pembangunan masjid di Riau. Akibat perbuatannya itu, negara dirugikan senilai Rp1,3 miliar.

Adalah Imran Chaniago, pelaksana lapangan CV Watashiwa Miazawa. Ia divonis 7 tahun penjara yang diputuskan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PN Pekanbaru, Senin (30/10/2023).

Imran terbukti melakukan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Masjid Raya Pekanbaru. Majelis hakim yang dipimpin Iwan Irawan menyatakan para terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Imran Chaniago dengan pidana penjara selama 7 tahun, dan denda Rp200 juta. Apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan,” ujar Iwan dalam amar putusannya.

Hakim juga memberikan hukuman tambahan membayar uang pengganti kerugian negara kepada Imran Chaniago sebesar Rp1.077.778.646,89.

“Satu bulan setelah putusan inkrah, harta benda terdakwa dilelang dan disita untuk mengganti kerugian negara, jika terdakwa tidak mempunya harta benda yang cukup untuk membayar, maka diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan,” kata Iwan.

Hakim menghukum Imran Chaniago lebih tinggi dari tiga terdakwa lainnya. Sedangkan terdakwa lainnya, Syafri selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Anggun Bestarivo Ernesia selaku Direktur PT Riau Multi Cipta Dimensi, Ajira Miazawa selaku Direktur CV Watashiwa Miazawa merupakan rekanan pengerjaan proyek.

Terdakwa Anggun Bestarivo Ernesia dan Syafri divonis hukuman penjara selama 6 tahun. Keduanya juga dihukum membayar denda masing-masing Rp200 juta, dengan ketentuan jika denda tidak dibayar maka dapat diganti hukuman penjara selama 3 bulan.

Hukuman paling ringan dijatuhkan pada Ajira Miazawa dengan pidana penjara selama 4 tahun. Terdakwa juga didenda Rp200 juta atau diganti hukumen penjara selam 1 tahun. Uang sebesar Rp131 juta sudah dititipkan terdakwa ke Kejaksaan Negeri Pekanbaru dan dihitung sebagai pengganti uang kerugian negara.

Atas hukuman tersebut, terdakwa melalui penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir untuk melakukan upaya hukum selanjutnya. Hal serupa juga dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewi Sinta Dame Siahaan dan Nuraini Lubis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *